Mendapatkan beberapa peran pengembang untuk pertama kali dalam karir memanglah sulit.

Bagaimana kamu meyakinkan seseorang untuk memberimu pekerjaan ketika kamu memiliki pengalaman terbatas? Hal-hal apa yang penting untuk diketahui? Bagaimana jika kamu diberi pertanyaan yang tidak kamu ketahui jawabannya?

Apakah kamu benar-benar perlu tahu cara menulis tag <link> dari awal?

(Spoiler: tidak perlu).

Saya telah bekerja sebagai pengembang web selama sekitar satu dekade. Saya telah memegang berbagai peran di berbagai bentuk dan ukuran perusahaan — dari perusahaan teknologi global hingga agensi lokal kecil. Saya telah diwawancarai lebih banyak daripada yang dapat saya hitung, dan saya mendapat lebih banyak penolakan dibanding keberhasilan. Ketika saya telah berkembang ke posisi yang lebih senior, saya semakin menemukan diri saya sudah berkembang pesat daripada saya yang dulu.

Saya akan membagikan beberapa hal yang saya cari ketika saya mewawancarai kandidat baru. Mungkin yang lebih penting, karena itu adalah hal-hal yang telah membantu saya merasa lebih percaya diri ketika saya diwawancarai.

Persyaratan teknis dari pekerjaan apa pun akan bervariasi, jadi saya tidak akan memberimu saran tentang cara mengatasinya. Ada banyak artikel dengan judul seperti “10 Hal yang Harus Diketahui oleh Pengembang Web Modern”. Kamu dapat menggunakannya untuk membantumu (atau lebih tepatnya, membuatmu lebih banyak belajar).

Apa yang akan saya sarankan, secara keseluruhan, adalah bahwa kamu tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang tidak kamu ketahui.

1. Nyaman dengan pengalaman dan kemampuanmu.

Berbicara tentang pengalamanmu biasanya merupakan titik awal untuk wawancara. Itu juga biasanya menjadi hal pertama yang ada di CV. Menunjukkan pengalamanmu dan bagaimana kamu menerapkan keterampilan dan kemampuanmu adalah bagian dasar yang paling penting dari setiap proses wawancara.

Hal yang normal jika kamu merasakan tekanan untuk memberikan kesan pertama yang baik. Karenanya, bisa saja kamu berkeinginan untuk “menjual” diri dan kemampuanmu, atau melebih-lebihkan pentingnya proyek yang pernah kamu kerjakan.

Tetapi kamu harus ingat — kamu tidak diharapkan memiliki banyak pengalaman atau kemampuan teknis saat memulai. Membesar-besarkan atau melebih-lebihkan pengalamanmu dapat membuat kesan pertama yang kurang ideal, bahkan jika kamu sangat cocok untuk pekerjaan tersebut. Hal ini memang sesuatu yang benar pada titik mana pun dalam karirmu, tetapi bisa menjadi jebakan yang dapat menjatuhkanmu saat kamu memulainya.

Jauh lebih baik jika berbicara jujur tentang pengalaman dan kemampuanmu. Bicarakan tentang proyek yang pernah kamu kerjakan dan peran khusus dalam proyek tersebut. Tekankan pada kemampuan dan teknologi yang kamu gunakan saat mengerjakannya.

Tunjukkan, jangan beri tahu.

Ini adalah prinsip dalam bercerita yang menurut saya juga berlaku untuk wawancara kerja.

Jangan memberi tahu audiens apa yang terjadi, tunjukkan kepada mereka dengan tindakan dan biarkan mereka mengartikannya dan sampai pada kesimpulan sendiri.

Sebagai contoh, jika pewawancara dapat sampai dengan sendirinya pada kesimpulan:

“Kandidat ini berpengalaman dengan Y, dan pastinya bersemangat / menyukai tentang X”.

Itu jauh lebih berarti daripada kamu mengatakan kepada mereka:

“Saya sangat berpengalaman dengan Y, dan sangat bersemangat / menyukai tentang X”.

Sama pentingnya dengan tidak melebih-lebihkan keterampilan dan pengalamanmu adalah kamu mampu mengakui jika ada hal yang tidak kamu ketahui.

2. Jangan takut untuk mengatakan “saya tidak tahu”.

Sangat mudah untuk merasa tertekan untuk menjawab pertanyaan yang tidak kamu ketahui. Jika kamu melakukannya, inilah yang mungkin terjadi:

Kamu akan menyalin potongan informasi yang telah kamu dengar atau baca dan mengingat kembali apa pun yang muncul di pikiranmu pertama kali. Kamu akan berharap untuk menggunakan kombinasi kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kamu akan berbicara gagap, terdengar tidak koheren, dan bingung.

Biarkan saya menjadi tidak ambigu tentang hal ini. Dengan mengatakan “Saya tidak tahu” ketika kamu tidak tahu jawaban untuk sesuatu, akan selalu menjadi jawaban terbaik. Jangan pura-pura tahu sesuatu yang tidak kamu ketahui.

Jika kamu dibuat tidak nyaman karena mengatakan “Saya tidak tahu” dalam sebuah wawancara, kamu harus menjadikannya sebagai suatu tanda atau peringatan. Itu biasanya tanda tempat kerja yang tidak bagus. Kamu tidak akan mau bekerja di perusahaan yang tidak menganjurkan keterbukaan.

Jika kamu tidak tahu sesuatu, selalu terbuka dan mengakuinya. Kamu selalu dapat menindaklanjutinya dengan apa yang menurutmu mungkin menjadi jawabannya. Lebih baik lagi, kamu dapat menindaklanjuti dengan pertanyaan.

Saya tidak tahu banyak tentang X, tapi saya rasa itu berkaitan dengan Y. Bisakah Anda memberi saya detail lebih lanjut? Apakah Anda menggunakan X dalam proyek Anda?

Sering kali, jawaban untuk menindaklanjuti pertanyaanmu akan memungkinkanmu memberikan respon selanjutnya. Meskipun kamu tidak tahu jawabannya, kamu dapat menunjukkan bahwa kamu memahami konteksnya.

3. Ajukan pertanyaan. Sebanyak-banyaknya.

Mengajukan pertanyaan juga merupakan cara yang bagus untuk membuat wawancara terasa kurang formal dan lebih seperti diskusi.

Pewawancara sering lebih senang berbicara tentang pengalaman mereka dengan teknologi tertentu, atau tantangan yang mereka hadapi pada proyek tertentu. Ini juga dapat membantu memberimu wawasan mengapa mereka menganggap keterampilan atau teknologi tertentu menjadi penting untuk pekerjaan tersebut.

Ingat bahwa wawancara juga tentang kamu mengevaluasi calon atasanmu. Kamu tidak dapat mengevaluasi mereka tanpa bertanya.

Proyek apa yang akan saya kerjakan? Apa saja proyek yang baru-baru ini diselesaikan perusahaan ini? Seberapa besar tim tempat saya akan bekerja? Sumber daya apa yang akan tersedia bagi saya untuk pelatihan dan pengembangan pribadi saya?

Ini bukan hanya sesuatu yang berharga untuk wawancara. Membuat evaluasi obyektif atas pilihanmu adalah tugas harian untuk pengembang. Untuk melakukan itu, kamu perlu mengumpulkan informasi yang tepat — dan untuk melakukan itu, kamu juga perlu mengajukan pertanyaan. Sebanyak-banyaknya.

Kandidat dengan keterampilan teknis terbaik tidak selalu direkrut.

Maksud saya di sini tidak bermaksud otoriter tentang apa yang seharusnya atau tidak boleh kamu lakukan dalam wawancara. Juga bukan untuk menyatakan bahwa keterampilan teknis tidak penting.

Tapi, yang saya coba jelaskan adalah pembelajaran itu tidak linear. Kamu tidak bisa, dan tidak akan, tahu segala sesuatu yang diperlukan untuk suatu peran. Kita semua melalui jalan yang berbeda untuk sampai ke tempat kita berada, dan kamu harus menerima fakta itu.

Setiap peran berbeda, dan setiap organisasi akan memiliki harapan yang berbeda untuk kandidat mereka. Namun, terlepas dari tingkat keterampilanmu, atau ekspektasi dari peran tersebut, kamu harus:

  • Nyaman dengan tingkat keahlian dan pengalamanmu
  • Ketahuilah bahwa mengatakan “Saya tidak tahu” adalah hal yang dapat diterima.
  • Percaya diri dan berani untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak kamu pahami.

Saya percaya prinsip-prinsip ini tidak hanya penting untuk melakukan wawancara dengan baik, tetapi dapat membantumu meraih kesuksesan dalam setiap pekerjaan yang akan kamu miliki, pada setiap level.

Saya harap ada sesuatu yang dapat kamu ambil dari artikel ini atau mungkin kamu telah berhasil dengan strategi yang berbeda. Saya senang untuk mendengar saran atau masukan apa pun di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca!

Kamu dapat menemukan artikel aslinya dalam bahasa Inggris di sini.